Jumat, 20 Maret 2020

Investasi


TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA
DILA FITRIYANI
1802107001
P.EKONOMI/4

 “INVESTASI”
BAB I
PENDAHULUAN
Kehidupan masyarakat yang semakin lama semakin berkembang dan diiringi dengan kebutuhan yang sangat banyak membuat masyarakat harus lebih cermat dalam menyimpan uang atau menggunakan uang untuk kebutuhan yang tidak di duga dimasa yang akan datang. Salah satu cara yang tepat untuk menyimpan uang adalah dengan Investasi. Invetasi , yang lazim disebut juga penanaman modal atau pembentukan modal, merupakan komponen kedua yang menentukan tingkat pengeluaran agregat.
Menurut Abdul Halim investasi pada hakekatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dimasa mendatang. Investasi juga merupakan motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
Investasi sudah merambat kesemua lapisan masyarakat. Mereka terkadang tergiur dengan investasi yang ditawarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan keutungan yang besar akan tetapi modalnya sedikit. Bahkan masyarakatpun sudah sering melakukan investasi, akan tetapi mereka tidak menyadari bahawa dirinya telah melakukan investasi seperti : menabung, membeli emas, membeli tanah dan sebagainya.
Adanya banyak jenis investasi membuat masyarakat bingung dan kadang salah memilih, masyrakat kebanyakan berinvestasi namun terkadang tidak paham dengan resiko yang akan ditanggungnya. Agar kita tidak terjerumus dengan investasi yang salah maka kita harus paham tentang apa itu investasi yang sesungguhnya. Mengedepankan rasionalitas memanglah sangat penting, akan tetapi kita juga harus mengetahui akan resiko dan manfaat dari investasi tersebut.
BAB II
Kajian Teori
2.1 Pengertian Investasi
Menurut Sadono sukirno (2008:121) investasi diartikan sebagai pengeluaran yang dilakukan investor atau penanaman modal atau perusahaan untuk memebeli barang modal dan perlengkapan produksi demi menambah kemampuan memproduksi barang serta jasa yang tersedia dalam perekonomian.
Menurut Salim dan Budi Sutrisno, Investasi adalah penanaman modal yang dilakukan oleh investor, baik investor luar negeri (asing) maupun dalam negeri (doomestik) dalam berbagai bidang usaha yang terbuka untuk investasi, dengan tujuan memperoleh keuntungan.
Menurut Sadono Sukirno (2008: 121), investasi merupakan pengeluaran yang dilakukan investor atau penanaman modal atau pesuhaan untuk membeli barang modal dan perlengkapan produksi demi menambah kemampuan memproduksi barang seperti jasa yang tersedia dalam perekonomian.
Menurut Muana Naga (2001:124), Investasi dapat didefinisikan sebagai tambahan bersih terhadap modal saham yang ada (net additional to exixting capital stock) . istilah lain investasi yaitu akumulasi modal (capital accumulation) atau pembentukan modal (Capital Formation).
Menurut Maluya S.P Hasibuan (1990:112), investasi merupakan alat untuk mempercepat pertumbuhan tingkat produksi dinegara yang sedang berkembang, sehingga investasi berperan sebagai saran untuk menciptakan kesempatan kerja.
Menurut Abdul Halim, investasi pada hakekatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dimasa mendatang.
Menurut Mulyadi, investasi adalah sebuah keterkaitan antara dari sumber - sumber yang dalam suatu periode dengan masa yang panjang untuk mendapatkan hasil keuntungan di masa yang selanjutnya.
Menurut Haming dan Basmalah, investasi merupakan pengeluaran pada saat ini untuk kemudian membeli berbagai jenis aset lain seperti tanah, kendaraan bermotor, rumah dan lain - lainnya. Aset - aset inilah yang nantinya dapat digunakan untuk mencapai tujuan dalam memperoleh pendapatan yang lebih besar pada masa depan.
Menurut Martono dan D. Agus Marjito (2002:138), investasi itu merupakan penanaman dari modal atau dana yang dilakukan pada suatu perusahaan untuk kemudian dimasukkan menjadi sebuah aset dengan sebuah harapan untuk bisa memperoleh pendapatan yang lebih besar di masa yang akan datang.
Menurut Boediono (2001), investasi adalah suatu pengeluaran dari sektor produsen untuk melakukan pembelian sebuah barang dan jasa yang akan digunakan untuk semakin menambah stok dan semakin memperluas area dari pabrik itu sendiri.
Menurut James C. Van Horn, investasi memiliki pengertian sebagai sebuah kegiatan yang dilakukan atau dilangsungkan dengan memanfaatkan kas yang ada pada masa saat ini atau sekarang. Hal tersebut ditujukan agar bisa memiliki dan memperoleh pendapatan yang lebih besar di masa depan.
Menurut Fitz Gerlad, pengertian dari investasi adalah sebuah kegiatan atau aktivitas yang berhubungan dengan sebuah usaha penarikan sumber-sumber yang akan digunakan untuk mengadakan suatu barang.
Menurut Tandelilin (2010:2), investasi adalah sebuah komitmen dari sejumlah uang atau dana atau yang berasal dari sumber daya yang lainnya yang sedang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan untuk mendapat dan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.
Menurut Husnan (1996:5), investasi adalah sebuah rencana yang akan diinvestasikan untuk sumber-sumber daya, baik untuk proyek besar maupun untuk proyek yang kecil dan bertujuan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.
Menurut Salim HS dan Budi Sutrisno, investasi yaitu aktivitas dari penanaman modal yang dilakukan oleh investor, baik itu investor yang berasal dari dalam negeri maupun investor yang berasal dari luar negeri yang saling berkaitan dalam berbagai jenis bidang usaha.
Menurut Farid Harianto dan Siswanto Sudomo (1998:2), berpendapat bahwa investasi adalah bentuk aktivitas yang menggunakan modal untuk diletakkan pada beberapa aset. Aset ini akan digunakan sebagai modal yang nantinya pada masa depan akan bisa untuk menambah penghasilan.
Menurut Sunariyah, investasi yaitu usaha untuk menanamkan dana atau modal pada berbagai aset, yang biasanya akan terikat dalam jangka waktu yang panjang. Tujuan dari hal tersebut merupakan untuk memperoleh hasil yang lebih menguntungkan di masa depan.
Menurut Martalena dan Malinda (2011:1), investasi yaitu sebuah bentuk pembatasan atau mengurangi barang - barang konsumsi pada masa kini. Pengurangan ini untuk menghindari berbagai resiko agar bisa mendapat hal yang lebih dibutuhkan di masa depan.
Menurut Shuta(2000), investasi adalah nominal modal atau dana yang dipergunakan agar bisa mendapatkan, menambah, dan menjaga nilai serta penghasilan yang bersifat positif.
Menurut Jogiyanto investasi yaitu sebuah usaha dari pengurangan pemakaian kebutuhan - kebutuhan yang kurang penting pada masa kini, dan nantinya dapat dimasukkan ke dalam kebutuhan yang lebih produktif di periode waktu tertentu.
Berdasarkan pengertian Gitman dan Joehnk (2005:3), investasi adalah sebuah sarana atau alat  untuk menempatkan sejumlah dana dengan tujuan dana tersebut akan menghasilkan suatu pendapatan yang positif.
2.2 Tujuan Investasi
Ada beberapa alasan dalam melakukan investasi, Kamaruddin Ahmad mengemukakan tiga alasan orang melakukan investasi :
A. Untuk mendapatkan kehidupan yang layak dimassa mendatang. Seorang yang bijaksana akan berfikir untuk meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu setidaknya bagaimana cara mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada agar tidak berkurang dimassa yang akan datang.
B.  Mengurangi tekanan inflasi. Dengan melakukan investasi seorang dapat menghindarkan diri agar kekayaan miliknya tidak merosot karena inflasi.
C.   Dorongan untuk menghemat pajak. Beberapa negara didunia banyak melakukan kebijakan yang sifatnya mendorong tumbuhnya investasi dimasyarakat melalui fasilitas perpajakan yang diberikan keada masyarakat yang melakukan investasi di bergabagi bidang-bidang tertentu.
2.3 Tahap Pengambilan Keputusan Investasi
Menurut Sharpe (1995), pada dasarnya ada beberapa tahap dalam pengambilan keputusan:
A.   Menentukkan Kebijakan Investasi. Pada tahap ini investor menentukan tujuan investasi dan kemampuan taupun kekayaan yang dapat diinvestasikan.
B.   Analitis Sekuritas. Pada tahap ini berarti melakukan analisis terhadap sekuritas secara individual ataupun kepada beberapa kelompok sekuritas. Tujuannya yatu supaya bisa mengidentifikassi sekuritas yang mengalami kesalahan harga.
C.   Pembentukan Portofolio. Didalam pembetukan portofolio melibatkkan identifikassi aset khusus mana yang akan di investasikan dan menentukan seberapa besar investasi pada setiap asset tersebut.
D.  Pembentukan Portofolio. Didalam pembetukan portofolio melibatkkan identifikassi aset khusus mana yang akan di investasikan dan menentukan seberapa besar investasi pada setiap asset tersebut.
E.   Melakukan Revisi Portofolio. Pada tahap ini terjadi pengulangan secara periodik dari tiga langkah sebelumnya. Investor mungkin merubah tujuan investassinya yaitu membentuk portofolio baru yang lebih optimal.
F.   Evaluasi Kinerja Portofolio. Pada tahap terakhir ini investor melakukan penilaian terhadap kinerja portofolio secara periodic dalam arti tidak hanya return yang diperhatikan tetapi juga resiko yang dihadapi.

2.4 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi tingkat Investasi
A. Tingkat Pengembalian Yang Diharapkan. Kemampuan perusahaan untuk menentukan tingkat investasi yang diharapkan sangat dipengaruhi oleh kondisi internal dan external perusahaan. Kondisi Internal seperti Tingkat efisiensi, Kualitas Sdm, dan teknologi yang di gunakan. Sedangkan kondisi Exsternal seperti Kebijakkan menaikkan pajak, faktor sosial politik dan lain-lain.
B. Biaya Investasi. Biaya perolehan suatu investasi mencangkup biaya perolehan lain disamping harga beli, seperti komisi broker, jasa bank, dan pemungutan oleh bura efek. Yang paling menentukan biaya investasi adalah tingkat bunga dan pinjaman, semakin tinggi tingkat bunga maka biaya investasi makin mahal.
C. Marginal Efficiency Of Capital (MEC) dan Marginal Efficiency Of Investment (MEI). Sama halnya dengan kurva permintaan akan investasi, kurva MEC secara nasional dapat diturunkan dengan menjumlahkan secara horizontal. Padahal jika permintaan barang akan modal secara nasional meningkat, logikannya tikat bunga akan meningkat. Akibatnya naiknya permintaan akan investasi tidak sebesar kurva MEC. Kurva yang lebih relevan adalah kurva Marginal Efficiency Of Investment (MEI).
2.5 Jenis-Jenis Investasi
A.  Investasi berdasakan asetnya. Investasi ini dibagi menjadi dua yaitu real aset seperti gedung gedung dan kendaraan sedangkan financial asset seperti saham, obligasi, warrant, dan deposito.
B.   Investasi berdasarkan pengaruh. Investasi ini juga dibagi menjadi dua yang pertama investasi automus seperti pembelian surat berharga , yang kedua investasi induced seperti bunga tabungan.
C. Investasi Berdasarkan Sumber Pembiayaan. Investasi ini berasalkan dari sumber pembiayaan asal usul yaitu dari luar negeri (Investor Asing) dan dalam negeri (PMDM).
D.  Investasi berdasarkan bentuk. Investasi ini dibagi menjadi dua yaitu investasi langsung seperti membangung pabrik, membangun gedung sebgai kontraktor, mengakuisi perusahaan. Yang kedua yaitu investasi tidak langsung atau porto folio seperti saham, obligasi, dan reksadana.
E. Investasi berasarkan waktu. Investasi ini dibedakan berdasarkan waktunya yaitu investasi jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek seerti tabungan bank dan deposito sedangkan yang jangka panjang seperti saham, reksadana, obligasi, emas batangan, dan property.
2.6 Jenis pengeluaran investasi, Mankiw Indra (2010/3) terdiri dari :
A.   Investasi tetap bisnis (business fix ivestment)
B.   Investasi residensal (residential investment)
C.   Investasi persediaan(Inventory investment)

BAB III
PEMBAHASAN


                        Image From  : Koinwork.com
Investasi pada hakekatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dimasa mendatang, Abdul Halim. Investasi dapat berupa saham, obligasi, emas batangan, bahkan property. Dalam keputusan Berinvestasi telah diketahui bahwa peningkatan mutu modal manusia tidak dapat dilakukan dalam tempo yang singkat, namun memerlukan waktu yang panjang. Investasi modal manusia sebenamya sama dengan investasi faktor produksi lainnya.
Dalam hal ini juga diperhitungkan rate of return (manfaatnya) dari investasi pada modal manusia. Bila seseorang akan melakukan investasi, maka ia harus melakukan analisa biaya manfaat (cost benefit analysis). Example : Biayanya adalah berupa biaya yang dikeluarkan untuk bersekolah dan opportunity cost dari bersekolah adalah penghasilan yang diterimanya bila ia tidak bersekolah. Sedangkan manfaatnya adalah penghasilan (return) yang akan diterima di masa depan setelah masa sekolah selesai. Diharapkan dari investasi ini manfaat yang diperoleh jauh lebih besar daripada biayanya.
Menurut Sadono Sukirno (2008:122), faktor-faktor penting yang menentukan tingkat investasi adalah tingkat keuntungan yang diramalkan akan diperoleh, suku bunga ramalan mengenai keadaan dimasa yang akan datang, kemajuan teknologi, tingkat pendapatan nasional dan peubahannya, dan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan. Selain itu, Menurut William F. Sharppe (2005:1) menyatakan bahwa investasi sebenarnya dapat digologkan menjadi dua yaitu real asset dan financial asset. Real asset dapat berwujud seperti tanah, bangunan, dan mesin. Sedangkan financial asset yaitu berupa valas, deposito berjangka, saham dan obligasi.
Bahwa dapat dimengerti investasi mempunyai peran penting dalam perekonomian ssuatu negara, pertama investasi mampu menciptakan pendapatan, kedua investasi dapat memperbesar kapasitas produksi perekonomian dengan cara meningkatkan stok modal, Todaro:2000.
Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tingkat investasi yang ada di Indonesia tahun 2019 mencapai 5,3% dibandingkan pecapaian tahun sebelumnya. Dapat dilihat dari pencapaian tersebut bahwa masyarakat di Indonesia semakin banyak yang memahami tentang manfaat jangka panjang dari investasi.
Didaerah Ponorogo tingkat investasi meningkat 30% dibandingkan tahun 2018. Menurut Kepala Data Dinas Penanaman Modal semua ini terjadi mungkin disebabkan oleh tingkat perekonomian masyarakat yang semakin baik. Peningkatan Investasi tersebut didukung dengan adanya investasi perizinan yakni online single submission (OSS) dan non OSS.
        Akan tetapi kebanyakan masyakarat di Indonesia tidak memahami tentang resiko-resiko dalam melakukan investasi. Kebanyakan dari mereka mudah tergiur dengan penawaran bunga yang tinggi dari investasi yang mereka lakukan sehingga banyak pula masyarakat yang tertipu dengan adanya investasi bodong yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Adapun resiko dalam melakukan investasi yaitu :
1. Resiko Suku bunga, yaitu resiko yang timbul karena nilai relative aktiva berbunga, seperti pinjaman atau obligasi akan memburuk karena peningkatan suku bunga.
2.  Resiko Pasar, yatu resiko fluktuasi atau naik turunnya nilai aktiva bersih (NAB) yang disebabkan oleh perubahan sentimen pasar keuangan yang sering disebut juga dengan resiko sistematik artinya resiko ini tidak bisa dihindari dan pasti akan dialami oleh investor
3.   Resiko inflasi Atau disebut resiko daya beli yaitu peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak dimasa depan karena perubahan daya beli karena inflasi.
4. Resiko Likuiditas, yaitu resiko yang muncul akibat kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu.
5. Resiko Valas atau Nilai Tukang Mata Uang, yaitu resiko yang disebabkan oleh perubahan kurs valuta asing di pasaran yang tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan terutama pada saat dikonversikan dengan mata uang domestik.
6.  Resiko Negara, resiko ini juga disebut dengan resiko politik. Hal ini didasarkan pada kondisi politik Negara.
7.   Resiko Reinvestment, yaitu resiko yang terjadi pada penghasilan dari suatu asset keuangan yang mengharuskan perusahaan untuk melakukan aktivitas re-invest.
Dengan melakukan investasi masyarakat bisa menyimpan atau menabung uang mereka untuk kebutuhan yang tidak bisa terduga. Di sekitar daerah pacitan juga banyak masyarakat yang melakukan kegiatan investasi seperti investasi real investment atau disebut dengan invetasi emas dan tanah. Masih jarang sekali masyarakat yang melakukan investasi dalam bidang saham dan deposito semua ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan pengarahan dari orang yang lebih paham mengenai investasi.
Selain itu, Menurut Kepala Staf Kepresidenan investasi masih berhadapan dengan masalah klasik, yakni soal perizinan daerah. Seperti halnya kasus Investasi penggemukan sapi perah di Ponorogo. semua itu berawal dari keuntungan yang ditawarkan sangat besar sehingga masyarakat mudah tergiur untuk berinvestasi dalam usaha tersebut. Menurut liputan6.com Modus dugaan investasi bodong sapi perah ini adalah korban diminta membeli sappi perah seharga 19juta. Setelah membeli sapi perah, korban dijanjikan keuntungan senilai Rp. 2,3 juta per bulan.
Arief menambahkan total ada 1.000 orang mitra yang menjadi korban investasi bodong penggemukan sapi. Mereka berasal dari Jateng, Bekasi, Palembang, Papua dan masih banyak lagi. Menurut Arief, saat ini Polres Ponorogo mengamankan aset CV Tri Manunggal Jaya dengan total Rp 5,5 Miliar. Terdiri dari aset sertifikat tanah, kendaraan, berbagai macam perhiasan serta aset-aset lain.
Akibat dari investasi bodong ini banyak sekali masyarakat yang dirugikan sehingga masyarakatpun melaporkannya kepada pihak yang berwajib.
Pelaku dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP serta pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," pungkas Arief. Cara mengelabuhi masyarakat tersebut dengan menggunakan cara uang yang diterima dari investor diputarkan kembali ke investor lain sehingga terkesan bahwa investasi ini menghasilkan keutungan yang sangat besar. Dengan adanya kejadian in diharapkan masyarakat dapat berhati-hati dalam melakukan investasi, ketahui dulu manfaat dan resikonya baru lakukan investasi dengan tepat.
DAFTAR RUJUKAN
Atmanti.D.H. 2005. vol. 2 No. 1. INVESTASI SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PENDIDIKAN. Received From  : http://eprints.undip.ac.id/16864/1/Investasi_Sumber_Daya_Manusia_Melalui_Pendidikan....by_Hastarini_Dwi_Atmanti_(OK).pdf
Aziz Abdul. 2010. Manajemen Investasi Syari’ah. Bandung: Alfabeta,. Hal 29
Charoline, Pebrianti. 2019. “Investasi di Ponorogo Naik 30 Persen, Pada Sektor Apa Saja?”. Retrieved From : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4609446/investasi-di-ponorogo-naik-30-persen-pada-sektor-apa-saja
CNN Indonesia.2019. Pertumbuhan Investasi Kuartal I 2019 'Cuma' 5,3 Persen. Retrieved From : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190430111359-532-390763/pertumbuhan-investasi-kuartal-i-2019-cuma-53-persen
Fahmi, Irham. 2018. Pengantar Perekonomian Indonesia Teori, Konsep dan Realita. Bandung: Penerbit Alfabeta
Fahmi, Irham. 2019. Dasar-Dasar Perekonomian Indonesia. Depok : PT Rajagrafindo Persada
Irawan,ferry. Retrieved From : Koinworks.com , 19 Maret 2020
Machmud, Amir. 2016.”Perekonomian Indonesia Pasca Reformasi”. Bandung. Penerbit Erlangga. Hal 100-101
Manan H.Abdul. 2012. “Hukum Ekonomi Syari’ah(Dalam Perspektif Kewenangan Peradilan Agama)”. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Pebrianti, Charoline. 2020. Otak Investasi Bodong Penggemukan Sapi Di Ponorogo Tertangkap. Retrieved From : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4923526/otak-investasi-bodong-penggemukan-sapi-di-ponorogo-tertangkap
Polisi bekuk pelaku investasi sapi bodong di Ponorogo, Retrieved from : https://m.liputan6.com/surabaya/read/4189470/polisi-bekuk-pelaku-investasi-sapi-bodong-di-ponorogo
Rahardja Prathama dan Manurung Mandala. 2004. “Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikro ekonomi dan Makro ekonomi).”Jakarta: Fakultas Ekonomi sUniversitas Indonesia. Hal 278-283

9 komentar:

  1. Selamat Pagi mbak dila. Saya Arif 010 izin tanya. apakah dengan fenomena sekarang yang sedang terjadi apakah menganggu perekonomian kususnya dibidang investasi ?
    TerimaKasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf mas arip yang dimaksud fenomena apa ya ? Kalau fenomena kasus penipuan investasi itu jelas menganggu perekonomian karena masarakat jelasnya dirugikan dan uangnya melayang. Sedangkan kasus pastinya juga berimbas pada investasi karena masyarakat tidak bisa bekerja sehingga perekonomian mereka terganggu. Semoga bisa membantu 🎀

      Hapus
    2. Maksdnya fenomena corona mas 🙏

      Hapus
    3. iya mbak dila fenomena virus sekarang ini .... terimakasih jawaban yang sudha diberikan

      Hapus
  2. Assalamualaikum mbak dila saya mau bertanya pertanyaan mendasar tentang investasi yaitu apakah saya harus mempunyai banyak uang untuk memulai investasi? Tolong di jawab dan berikan alasannya ya terimakasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut pendapat saya Dalam investasi bukan hanya uang yang diperlukan , kalau kita tidak bisa menginvestasikan uang kita bisa menginvestasikan pengetahuan yang kita miliki , kita berbagi pengetahuan kepada orang lain itu sama saja dengan investasi. Karena dengan membagikan ilmu dengan orang lain kita akan mendapatkan pahala yang tidak terhingga. Semoga bisa membantu

      Hapus
  3. Hallo mbak, disini saya ingi bertanya apakah sistem perekonomian yang diterapkan di Indonesia saat ini sudah cukup baik? Hal ini mengingat masih banyaknya daerah-daerah yang berada di Indonesia timur yang masih mengalami kesenjangan ekonomi. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo juga mba rissa terimakasih atas pertanyaannya. Kalau menurut saya pribadi sistem ekonomi di Indonesia belum baik dimana masih terlihat kesenjangan sosial yang ada dan belum terlihat kesetaraan dalam perilahal perekonomian.

      Hapus

Aplikasi Snack sudah dapat izin perintah ????

Buat kalian pengguna Snack Video ada kabar gembira, Snack Video udah dapet izin pemerintah. Terus aplikasi tarik uangnya udah bisa digunakan...